Greetingz Strangerz
Seperti hari hari lain . Jari aku gemar menari nari atas papan kekunci pada waktu sebegini . Mungkin jiwa aku rasa tenang dan damai di kala malam menjelma . Aku dan malam tiada beza . Gelap tak bercahaya . Suram menyelubung rasa .
Dahulu aku sering menyendiri tika siang pergi diganti malam . Kini sepi tiada lagi dek manusia yg menyinari aku seperti kerdipan bintang bintang . Hari aku yg kelam sudah tenggelam . Aku bahagia dengan mereka mereka tak kira siapa . Kecuali kau sang Celaka yg sering bikin aku gila . Punah Gundah tak kira masa . Terima kasih atas rasa yg kau cipta . Mohon kau pergi jauh dari hidup aku ini selama-nya .
Aku gemar melayari laman sosial burung biru . Disana aku suka melihat kerenah manusia . Masing masing punya cerita duka bahagia sedih pedih . Ada yg berkongsi melalui puisi dan ada yg bicara secara nyata . Kadang tersenyum kadang aku terluka . Aksara mereka normal saja tapi agak "deep" . Jika kau faham maksud aku . Aku bersyukur dipertemu-kan dgn mereka :)
Aku baru saja ber-Twitter dgn si nana . Ditanya tentang Ibn Ahyead kepada aku . Jika kau nak tahu apa aku rasa kini . Kau tanya diri , bagaimana perasaan kita semasa akhir semester 2 di uniKL . Tak mungkin aku mampu membenci dia selama-nya . Rasa sayang lagi tinggi dari benci . Ada aku terfikir , bukan kah aku sepatut-nya berada disisi dia . Beri nasihat atau kata kata yg membina . Bukan mengelak atau menghina . Rasa bersalah menguasai diri hingga tiada kata yg mampu aku sampaikan pada dia . Aku kecewa sebenar-nya . Dia sahabat aku tika senang dan susah . Hanya kerana salah yg tidak seberapa , aku hentam dia dengan celaka tanpa fikir akan perihal hati dia . Itulah luahan hati segala benci tiada lagi . Walaupon remuk aku dari dalam , tapi pasti kan pulih suatu hari nanti .
Ter-paku aku dipayungi terang bintang
Melakar nama nama yg aku sayang
Ber-teman-kan nikotin disisi
Menghasilkan hembusan warna warni
- QA -